Postingan

Menampilkan postingan dengan label Prajurit Tanpa Nama

Cermin 2019

2019, postingan pertama di tahun ini. Banyak hal terjadi. Belum sempat tersampaikan di sini. Belum sempat bercerita. Tahun ini...aku memutuskan untuk tidak lagi mengutak-atik masalah hati.. masalah wanita... masalah cinta... Padahal... beberapa bulan sebelum keputusan aku menyerahkanmu kembali ke awal semula ketika perasaan ini muncul, aku sangat-sangat siap membicarakan pernikahan, membicarakan masa depan. Walaupun sebenarnya aku tidak paham benar apa itu. Tapi bersama kamu, itu semua serasa bisa dijalani. Sesulit apapun. Tidak lagi.. Mengapa? Karena aku sadar... benar-benar sadar. Aku bukan pilihan. Tak bisa memilih. Tak punya jalan lagi. Sebelumnya... Aku seperti prajurit...terus berjuang... mendapatkan hatimu... walaupun tampak di sana...tak berbuat banyak... hampir tak berbuat apa-apa. Aku menunggu dan menanti keputusan. Sembari memperbaiki diri. Terus seperti itu. Hingga orang tuamu, memberi sinyal. Keraguan. Ketidakmampuan. Ketidakpercayaan. Aku ingin maju menepis sem...

Apa Kabar Jakarta

Sudah sangat sangat sangat lama aku tidak menginjakkan kaki di blog ini. Sebuah kalimat hiperbola dilontarkan oleh penulis gadungan. Pena hatiku berdebu. Tak sempat tertuang pada halaman-halaman digital yang tinggal di sini. Yap...tulisan ini diketik dari ponsel canggih keluaran terbaru saat kipas angin menyala mengusir panas dan nyamuk. Tulisan ini cukup dekat dengan lokasi Monas. Hanya beberapa kilometer saja. Kenapa aku kemari? Karena seseorang pernah datang kesini. Meminta izin. Lalu pergi. Lalu.. apa saja yang tersisa darimu selain ketika jari, stress, panas dan rutinitas membosankan terus bergulir? Harapan kecil bahwa aku bisa mengadu nasib layaknya orang berbadan kekar lainnya. Tak perlulah kusebut-sebut ibu kota. Toh sama saja dengan kota-kota lainnya. Hanya saja gedung-gedung dan kemewahan yang sering muncul di Televisi. Membawa sedikit sekali sisa gaji untuk dikumpulkan dan dikirim ke kampung halaman. Itu masih menjadi motivasi terbesar. Motivasi yang menahan jeritan ...

Kisah Pembohong

Gambar
Kisah Pembohong Kita sama-sama pernah melempar senyum... Entah senyum dari hati atau dari imajinasi... Lalu kita menunjuk dunia Sebagai saksi janji yang terikat rapi... Tepat saat semua berubah... Dunia berkhianat... Memecah belah.. Meninggalkan kita semua... Aku Berlari... Membawa sisa kebohongan dan sedikit harapan... Tak pernah mengusap air mata yang mengalir Menjadi diam dan semakin diam... Memaki diri... Hingga senja tertidur... hingga malam memperingati... Malam pun berkata... Semua ini bukan untukmu... Tak pernah kau akan tersenyum... Karena dunia mereka telah penuh senyuman... Orang-orang terpilih yang tersenyum... pembohong yang pura - pura kuat

Andai Aku Sesuatu Yang Berbeda

Gambar
Andai Aku Sesuatu Yang Berbeda Andai aku batu... aku akan diam... kecuali kau memungutku... membangun rumah... atau membunuh sesama... Andai aku pisau... makananmu jadi rapi... namun darahpun bisa mengalir... rasa takut menjadi-jadi... Andai aku sesuatu yang berbeda... segalanya mungkin menjadi mudah... hari-hari penuh warna... hati tak perlu gelisah... Namun aku hanyalah aku... Manusia... penuh tawa, dosa dan salah... mengeluh, menuduh, berdusta... segalanya menjadi tak pasti.. yang pasti... hanyalah kembali kepada ilahi...

Aku hanya ingin tau....

Gambar
Aku hanya ingin tau.... Aku... hanya ingin mengerti... siapa yang pernah menyimpan hati ini... menghiasinya dengan senyuman... Aku... hanya ingin tau... Adakah? Atau masih adakah? sebuah makna... tentang rasa... untuk yang di sini... dari yang di sana... Ataukah aku... memang selalu berjalan sendiri... seperti ribuan kata... berbicara mirip sepi.. Biarlah Aku... tak mengerti... siapa dibalik sebuah rasa... siapa dibalik sebuah cinta... siapa... berlalu dan membeku... " untukmu entah siapa yang pernah menganggap keberadaanku sebagai sebuah rasa kasih sayang "

Tempatku Bercerita

Seperti masa kecil, ketika ingatan terlontak ke sebuah kata bernama diary.Banyak yang menorehkan kisah harian disana... kini...hal itu telah berlalu.. menjadi kenangan...namun metodenya masih mengakar dalam bentuk facebook, twitter, bbm dan sosmed lainnya. diary mempunyai format yang sederhana...hanya bait2 tentang kapan kejadian itu ditulis dan terkadang soal judul sebelum tulisan dirajut.. mungkin istilah kerennya saat ini disebut log baiklah..kita mulai log kita hari ini... Log1 10 DES 15 "aku jatuh cinta...untuk ke sekian kalinya... dan seperti biasanya... sakit... dan tak dapat dikendalikan...kepada siapa? seseorang disana..yang entah mengapa tak bisa kukatakan bahkan pada diri ini..." Log 6 JAN 16 "dia sangat dekat...entah kenapa dan apa yang terjadi? tak bisa aku menjawab pertanyaan itu...yang jelas ada sesuatu spesial...ya dia spesial... satu hal yang pasti yang sampai saat ini aku ketahui...bahwa hal itu terjadi karena adanya ikatan...i...

Nyanyian Sang Prajurit

Gambar
Nyanyian Sang Prajurit Aku tidak ingat... kapan terakhir kali aku ingin lagi bersamamu... semuanya telah berubah..... ada banyak impian yang ada di daftar tunggu.... mungkin kau telah pergi... saat aku pertama kali melihat bunga sakura... mungkin engkau telah berhenti berlayar bersama orang yang engkau inginkan... saat salju mulai turun tepat di atas kepalaku.... dan disaat semua itu terjadi.... aku akan tersenyum karena telah lupa.... lupa karena menyukaimu... lupa saat pertama kali aku ingin bicara denganmu... dan aku telah lupa bahwa aku terlalu mengharapkan bertemu putri raja yang cantik... sementara aku hanyalah prajurit konyol yang bahkan tak tau cara mengayunkan pedang... mungkin hanya pangeran tampan yang berhak membawamu menaiki kuda... melihat langsung senyummu... melindungimu dari manusia jahat kabar baiknya... prajurit akan terus bertarung... walaupun tuannya tak melihat... walaupun sang putri raja tak pernah mengenalnya... bertarung melindun...

Warna Masa Lalu

Gambar
Warna masa lalu Ku lewati waktu.. Menembusnya… Menusuknya… Melupakan dan sejenak mengingat Bayangan yang tak terliha Bahkan tak sempat terlihat Hanya suara… Dalam Tulisan… Dalam selembar kertas… Dalam Janji… Terlihat sunyi.. Waktu yang kau berikan.. Tak sempat aku gunakan… Tak sempat aku tanyakan… Sebuah alasan… Mengapa… Kau memilihku… Dalam keheningan bertahun-tahun… Untukumu yang tak pernah terlihat dan tak pernah nyata…sebuah warna masa lalu

Kupu-kupu Saat Hujan

Gambar
kupu-kupu saat hujan Melodi bunga yang rindang Berbunyi indah saat butiran air menimpa Laksana mutiara di dalam kaca merona Kau sang kupu-kupu Terbang melintas di atas chakrawala Tadinya kau bebas terbang Meliuk-liuk bersama kupu-kupu lain Lalu kau menemukan bunga saat hujan akan tiba Kau memilih bunga yang mewah Berhias mahkota warna-warni Hujan pun turun Kini kau nyaman,bersama sang bunga yang gagah Meninggalkan temanmu,meninggalkan sebuah petualangan Hujan pun reda,kini kau telurkan nasibmu di atas bunga Lalu pergi Tak kembali selamanya.....

Salam Pembuka Dunia yang Mengering

Untukmu yang berjalan di jalur yang sama Apa kabar semua yang telah datang kesini, sekedar ingin browsing, atau karena nyasar secara kebetulan atau pun dari tautan yang dikirim melalui media sosial. Intinya saya mengucapkan selamat datang di blog ini. Blog ini masih dalam tahap pengembangan dan masih sangat jauh dari kata sempurna. Butuh banyak perbaikan disana sini.  Bagi anda yang berkunjung dan melihat artikel ini, silahkan berikan saya masukan ataupun kritik. Disini kalian akan menemukan puisi simpel ringan namun kaya makna. Beberapa terinspirasi dari pengalaman hidup. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih."Mari kita semarakkan ilmu dengan berbicara, jika tidak mampu ikatlah dengan tulisan. Wahai penggenggam pena, mari kita lukis dunia dengan pikiran dan ide yang terwakilkan dengan tinta emas...tinta perubahan".