Tentang Kisah.... Tentang Puisi.... Tentang Impian.... Tentang Senyuman :)
Aku percaya kisah sederhana jika diceritakan dengan indah akan menjadi luar biasa... (andriawan-d)
Lembar-lembar Kertas Lusuh
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Oleh
Muhammad Irwan Andriawan
-
Kali ini aku tidak bercerita tentang teknis. Blogku yang satu ini lebih membahas sisi pribadi. Tak ada bau pekerjaan atau karir di sini. Hanya celoteh refleksi dan potongan-potongan ceritaku.
Aku sering bercermin Dan kadang aku berbohong Sering... Seiring bertambah dewasa Aku ucapkan kata mahal Sekedar menutupi kesunyian Tamparan permukaan Tak sempat Aku pegang Aku dan Jalan memucuk Tepat di ujung Aku bertepuk Menebar tetesan tetesan Orang anggap air mata Sikapku berpola Balita sanggup membacanya Kadang merenggut suasana Tepat saat lembah bernana Aku duduk Tak berfikir Kosong Saat ucapan ini mengalir Aku bagai bola bola Dilempar Kemudian Jatuh Kadang memantul Ke arah yang tak betul Bisuku menyebutnya abadi Tak lahir tak sedih Segala yang melekat raga Tinggal sebentar Aku menyebutku kuat Persis seperti orang sekarat Nekat Taat Umpat Masih beranikah kau berjalan di atas Api Kau aku dan aku mirip kelemahan (Untuk aku dan aku yang bodoh...)
Semua orang senang akan tau Senyumku palsu Karena aku tak punya bibir Sempat ku tinggal di akhir Nyaris saja aku hafal Nama nama penyesalan Tertuang dalam keheningan Sebuah perbedaan Sempat berfikir Tak masalah berbeda Kita akan selalu berdaya Sampailah badai ribuan arah Memecah menelan asa Aku tak pernah curiga Aku tak pernah ingin lupa Jiwa kosong semakin kosong Jiwa jahat semakin membaik kembali jahat tercabik-cabik Aku tak tau arahku Tujuanku, keinginanku Semua terkikis, tak lagi tipis Isinya hanya kulit kering mudah terbang dilahap angin Aku terdiam bersama peron Menunggu kereta tempatku menitipkan Seperangkat kepala hitam Ingin lekas cuci bersih Tapi tak pernah ingin air Tak pernah... Suara semakin menjauh Aku perputar menunggu kereta selanjutnya Tapi ini sudah tengah malam... Tak ada waktu... Tak ada waktu... Aku pinjam...
Tak cukup... Hanya karena kita terus menanti... Tak apa... Kita berceria diri... Berjumpa dengan hujan... Hujan yang waktu itu kita nikmati... Tak perlu bertanya tentang hujan air mata... Sederhana... Makna... Pernah turun di hujan lain... Tak masuk akal... Tak untuk masuk di akal... Kadang hujan pun pernah berkorban Cacian manusia saat tetesan pertama Menembus tanah... Sungguh tak apa... Kau Kita merindu... Mereka tetap menunggu.. Menunggu titik hitam membesar Hujan nyaman dalam pelarian... Hujan dingin dalam ingin... Hujan menyapu air mata... Teriakan gembira... Menghapus noda... Untuk kali ini aku manusia... Seperti kata orang... Hujan punya kisah... Miliaran manusia lupa mendung... Sebelum hujan... Aku tak tau badai pernah bertamu di kala hujan... Izinkan hujan memelukmu... Sebelum Aku...
Komentar
Posting Komentar