Kepala Yang Tak Pernah Memutih
Semua orang senang akan tau Senyumku palsu Karena aku tak punya bibir Sempat ku tinggal di akhir Nyaris saja aku hafal Nama nama penyesalan Tertuang dalam keheningan Sebuah perbedaan Sempat berfikir Tak masalah berbeda Kita akan selalu berdaya Sampailah badai ribuan arah Memecah menelan asa Aku tak pernah curiga Aku tak pernah ingin lupa Jiwa kosong semakin kosong Jiwa jahat semakin membaik kembali jahat tercabik-cabik Aku tak tau arahku Tujuanku, keinginanku Semua terkikis, tak lagi tipis Isinya hanya kulit kering mudah terbang dilahap angin Aku terdiam bersama peron Menunggu kereta tempatku menitipkan Seperangkat kepala hitam Ingin lekas cuci bersih Tapi tak pernah ingin air Tak pernah... Suara semakin menjauh Aku perputar menunggu kereta selanjutnya Tapi ini sudah tengah malam... Tak ada waktu... Tak ada waktu... Aku pinjam...